Wednesday, October 5, 2016

Sejarah dan Tingkatan Hacker

Hacker? nama yang sudah tidak asing lagi di dengar oleh orang lain, mungkin orang awam menganggap hacker adalah sebuah tindak kejahatan saja dan masih banyak dari kita yang belum tau sebutan untuk para peretas ini.
Pada kesempatan kali ini saya ingin menjelaskan tentang Hacker, apa itu Hacker? Cracker? Script Kiddie? dan yang lainnya, simak dan jangan sampai salah mengartikan sebutan tersebut



Sejarah Hacker



Terminologi peretas muncul pada awal tahun 1960-an di antara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata bahasa Inggris "hacker" pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.
Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker mulai berkonotasi negatif. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.
Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri sebagai peretas, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Peretas sejati menyebut orang-orang ini cracker dan tidak suka bergaul dengan mereka. Peretas sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Peretas sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi peretas.
Para peretas mengadakan pertemuan tahunan, yaitu setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan peretas terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas peretasan.
Peretas memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka adalah cracker. Cracker-lah menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami dibagi menjadi dua golongan: White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.
Hacker menurut Eric Raymond didefinisikan sebagai programmer yang pandai. Sebuah hack yang baik adalah solusi yang cantik untuk masalah pemrogramman dan hacking adalah proses pembuatannya. Menurut Raymond ada lima (5) karakteristik yang menandakan seorang adalah hacker, yaitu:
  • Seseorang yang suka belajar detail dari bahasa pemrograman atau sistem.
  • Seseorang yang melakukan pemrograman, tidak cuma teori saja.
  • Seseorang yang bisa menghargai, menikmati hasil hacking orang lain.
  • Seseorang yang dapat secara cepat belajar pemrograman.
  • Seseorang yang ahli dalam bahasa pemrograman tertentu atau sistem tertentu, seperti UNIX hacker

Tingkatan Peretas


  •  Elite

Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337, leet, 1337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Mereka memahami sistem operasi sisi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi dan menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrograman setiap harinya. Sebuah anugerah yang sangat alami, mereka biasanya efisien & terampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Mereka seperti siluman yang dapat memasuki sistem tanpa terdeteksi, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data yang ditemui. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada.

  • Semi elite

Hacker ini biasanya lebih muda daripada Elite. Mereka juga mempunyai kemampuan dan pengetahuan luas tentang komputer. Mereka mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya (vulnerability)). Biasanya dilengkapi dengan sejumlah kecil program cukup untuk mengubah program eksploit. Banyak serangan yang dipublikasi dilakukan oleh hacker tingkat ini. Sialnya oleh para Elite mereka sering kali dikategorikan Lamer.

  • Developed kiddie

Sebutan ini terutama karena umur kelompok ini masih muda (ABG) dan masih sekolah. Mereka membaca tentang metode hacking dan caranya di berbagai kesempatan. Mereka mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil dan memproklamasikan kemenangan ke peretas lainnya. Umumnya mereka masih menggunakan Grafic User Interface (GUI) dan baru belajar hal dasar dari UNIX, tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

  • Script kiddie

Seperti developed kiddie, Script Kiddie biasanya melakukan aktivitas di atas. Seperti juga Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal. Biasanya tidak lepas dari GUI. Hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti dan menyusahkan hidup pengguna Internet.

  •  Lamer

Mereka adalah orang tanpa pengalaman dan pengetahuan yang ingin menjadi peretas (wanna-be hacker). Mereka biasanya membaca atau mendengar tentang hacker dan ingin menjadi seperti mereka. Penggunaan komputer mereka hanyalah untuk main game, IRC, tukar-menukar perangkat lunak bajakan dan mencuri kartu kredit. Melakukan hacking menggunakan perangkat lunak trojan, nuke, dan DoS. Biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel. Karena banyak kekurangan untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai tingkat developed kiddie atau script kiddie saja.

  • Hacker

adalah Hacker merupakan golongan profesional komputer atau IT, mereka boleh terdiri daripada jurutera komputer, pengaturcara dan sebagainya yang memiliki pengetahuan tinggi dalam sesuatu sistem komputer. Hacker mempunyai minat serta pengetahuan yang mendalam dalam dunia IT sehingga berkeupayaan untuk mengenal pasti kelemahan sesutu sistem dengan melakukan uji cuba terhadap sesuatu sistem itu. Namun, para hacker tidak akan melakukan sebarang kero\usakkan terhadap sesuatu sistem itu dan ia adalah merupakan etika seorang hacker.
  • Cracker
Cracker bisa dikategorikan sebagai orang yang memehami jenis pemrograman tingkat tinggi dan sedikit pengetahuannya tentang jaringan. Umumnya kebanyakan cracker membuat kemampuan untuk sebuah program untuk men-disfungsikan atau me-manipulasi jalur yang seharusnya. Contohnya: Cracker membuat sebuah program agar program yang seharunya bayar menjadi GRATIS. Cracker tidak terlalu memahami seluk beluk jaringan. Umumnya mereka cenderung menyukai segala sesuatu yang bersifat GRATISAN. 
  • Defacer
Pernah ada suatu kasus, saya melihat orang yang dengan bangganya memamerkan nama panggilannya di dalam sebuah website milik orang lain. Lau orang itu berkata “website itu sudah saya hack lho!”. Defacer pada umumnya adalah orang iseng yang sedang ingin mencoba mencari tau baik dari segi ilmu, kemampuan, dan jati diri. Kebiasaan yang mudah diketahui dari mereka adalah mereka gemar merubah tampilan utama website, menggunakan/ memanfaatkan kelemahan/ kecacatan dalam sebuah program. Defacer umumnya tidak begitu memahami tentang level pemrograman, mereka lebih cenderung memahami tentang kinerja sebuah webserver beserta script yang ada di dalamnya.
  • Phreaker
Mungkin jarang sekali orang di Indonesia mendengar kata ini. Phreaker ini sebenarnya hampir mirip dengan cracker, karna mereka lebih cenderung suka terhadap GRATISAN. Bedanya, phreaker lebih fokus ke dalam bug jaringan/ telekomunikasi. Contoh: mudahnya orang bisa menelpon/ internetan via hp (bukan karena wifi) secara gratis, padahal seharusnya kan bayar. Atau contoh lainnya: seseorang menggunakan blug yang ada di dalam sebuah perusahaan telekomunikasi (meskipun tidak diketahui bocornya informasi tersebut hasil sendiri atau diberi tau orang dalam). Itu adalah salah satu kegiatan phreaking, dan pelakunya adalah phreaker.
  • Hacker Wannabe
Hacker wannabe ini sangat banyak dan mudah sekali ditemukan di Indonesia. Sebenarnya hacker wannabe ini lebih cenderung ke psikologi, dimana para hacker wannabe ini melakukan sesuatu yang ‘gila’ dan di luar kenormalan baik di dalam cakupan kemampuannya maupin di luar kemampuannya dengan tujuan mendapatkan pengakuan “hebat” dan “mampu” dari orang sekitarnya. Sebagai contoh: ada teman anda yang mengaku – ngaku bisa hacking facebook, yahoo, dsb. Merekalah yang disebut hacker wannabe.

  • White hat hacker 

Istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang
mengacu kepada peretas yang secara etis menunjukkan suatu kelemahan dalam
sebuah sistem komputer. White hat secara umum lebih memfokuskan aksinya
kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan dengan black
hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos sistem
tersebut.

  • Black hat hacker 

Istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang
mengacu kepada peretas yaitu mereka yang menerobos keamanan sistem
komputer tanpa ijin, umumnya dengan maksud untuk mengakses
komputer-komputer yang terkoneksi ke jaringan tersebut. Istilah cracker diajukan
oleh Richard Stallman untuk mengacu kepada peretas dalam arti ini. 

Kalo saya termasuk Script Kiddie, kalo kamu??

Sumber : (https://mycapricorn.wordpress.com/)
                (http://phoenix-team.blogspot.co.id/)
                (https://id.wikipedia.org/wiki/Peretas)
 

0 comments:

Post a Comment