Tuesday, September 18, 2018

BELAJAR MENGHARGAI

Belajar menghargai. Mungkin kata-kata seperti itu sudah biasa didengar dari sejak kita kecil hingga dewasa ini. Tapi ???? Masih banyak yang belum memahami pentingnya dalam sebuah kata "Belajar Menghargai". Mungkin sebagian orang punya sudut pandang sendiri-sendiri untuk menafsirkan kata "Belajar Menghargai" itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri, memang setiap orang memiliki cara pandang sendiri-sendiri dalam menafsirkan sebuah kata yang dia baca ataupun yang dia dengar.


Disini saya hanya ingin berbagi pengalaman kepada pembaca blog saya. Pengalaman yang mungkin baru saya sadari hasilnya sekarang ini. Mungkin nanti terlihat sangat membosankan, namun saya berharap setelah anda semua membaca tulisan ini memahami maksud saya. Saya mungkin bukan orang yang paling benar, hanya saja saya ingin berbagi pengalaman saya agar anda semua dapat mengambil makna dari semua itu..



Ini berawal dari sebuah kisah.... 



Saat itu aku sedang duduk di halte bis, dan disampingku terlihat ada seorang ayah dan anaknya. Dan disebelah anak tersebut ada seorang bapak-bapak yang sudah terlihat tua. Aku melihat seorang bapak-bapak tua itu memegang 2 buah susu kotak lalu meminum susu tersebut disamping anak tersebut. Selang waktu 2 menit atau 1 menit aku melihat seorang bapak-bapak itu memberikan 1 buah susu tersebut kepada anak kecil yang ada disampingnya yang sedang duduk dengan ayahnya. Namun, anak kecil tersebut langsung menolaknya. Tetapi, bapak-bapak itu terlihat masih ingin memberikan 1 buah susu tersebut kepada anak itu. Lalu yang aku lihat ayahnya menerimanya dan mengucapkan kata terimakasih kepada bapak tersebut. 

Setelah ayahnya mengucapkan ucapan tersebut tidak lama bapak itu pergi dari halte bis tersebut dan berjalan pergi meninggalkan halte bis tersebut. Aku yang sedari tadi memperhatikan mereka sekita pandanganku teralihkan oleh bunyinya handphone ku. Dan ternyata temanku memberikan sebuah kabar bahwa dia sedang menuju ke halte bis untuk menjemputku.

Tak lama setelah aku memaikan handphone ku itu, aku melihat lagi kepada anak dan ayahnya yang sedang duduk di sebelah ku itu. Aku mendengar percakapan mereka berdua, dan yang ku dengar anaknya tidak menyukai susu tersebut. Dia mengatakan kepada ayahnya "Aku tidak suka susu tersebut yah, karena aku tidak menyukai rasanya". Namun dengan wajah yang sangat tenang ayahnya berusaha untuk menjelaskan kepada anak tersebut "Nak, kalo kamu tidak menyukainya. Jangan langsung ditolak didepan orang yang sedang memberinya. Ambil saja dulu, urusan diminum atau tidak itu nanti setidaknya kamu ambil dulu, biar bapak itu tidak kecewa denganmu".


Dan yang kulihat anak tersebut memahaminya. Aku yakin anak itu memahaminya karena yang ku lihat dia sudah cukup untuk memahami perkataan dari sang ayah tersebut. 

Dan tidak berselang waktu lama, teman ku sudah tiba untuk menjemput ku. Tak menunggu waktu lama aku langsung pergi meninggalkan sang ayah dan anak tersebut di halte dan aku segera bergegas pulang kerumah.


Singkat cerita, setelah aku dirumah. Dan aku sudah membersihkan diriku, seperti biasa aku membuat secangkir kopi dan duduk berdua dengan ayahku sendiri dan kami berdua selalu mengobrol layaknya seorang anak kepada ayahynya. Dalam percakapan tersebut aku bercerita kepada ayahku yang sudah aku lihat di halte bis tersebut. Dan ayahku pun mengatakan "Iya, memang harus seperti itu. Jika kamu mendapatkan barang atau pemberian dari siapapun itu. Terima dulu, jangan langsung kamu tolak. Kalo perlu jika kamu mendapatkan suatu barang dari seseorang yang mungkin kamu kenal pakai saja. Jangan sampe kamu tidak memakainya atau bahkan kamu hanya menyimpannya saja hanya dijadikan sebuah barang koleksimu semata. Jangan seperti itu".

Lalu aku bertanya kepada ayahku "Memang kenapa seperti itu yah??" lalu ayahku menjelaskan "Belajarlah menghargai pemberian dari seseorang walaupun sekecil apapun itu. Belajar untuk menghargai, ketika kamu menghargai seseorang maka kamu juga akan di hargai oleh seseorang. Jika memang ada orang yang memberikan sesuatu pakailah itu tanda bahwasannya kamu menghargai pemberiannya dan ucapkanlah terimakasih. Belajarlah untuk menghargai sesuatu walau itu sebuah hal kecil"

Dan disitu aku terdiam, merenungi apa yang sudah terjadi saat ini. Yang aku lihat di halte dan yang di jelaskan oleh ayahku sendiri itu sangat membuatku mendapatkan sebuah pelajaran. 

Terkadang kita sudah sering mendengar kata tersebut, mungkin kita sudah banyak yang memahami arti kata tersebut. Namun, kadang kita juga suka lupa dengan sebuah hal-hal kecil. Yang saya rasakan selama ini memang sangat membekas sekali, belajar untuk menghargai sesuatu hal yang kecil. Karena dari sebuah menghargai itu kita bisa dihargai oleh orang lain. Janganlah menyepelekan sebuah kata menghargai, berpikirlah orang yang memberikan kamu sesuatu hal itu pasti dia mempunyai niat yang sangat baik dan mulia sekali. Namun apa jadinya jika orang yang diberikannya tapi tidak menghargai pemberian yang diberikannya ?? Sakit bukan ??? Sudah sangat jelas sekali. 


Mungkin itu sebuah cerita pengalaman pendek yang gajelas tapi semoga bermanfaat untuk kalian semua. Dan semoga tidak bosan untuk membaca tulisan saya.


Terimakasih.

1 comment: